TUGAS ILMU BUDAYA DASAR KE- 1

NAMA                           : DINDA DWI NOVIYANTI

KELAS                          : 1EA17

NPM                               : 122.12.182

 

MINGGU KE – 1

1. TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

1.1 IBD SEBAGAI BAGIAN DARI MKDU 

  • Pengertian MKDU

Ilmu Budaya Dasar (IBD) sebagai bagian dari Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yaitu dapat di katakan bahwa Ilmu Budaya Dasar adalah  salah satu mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta .

  • Tujuan MKDU

Tujuan daripada MKDU sendiri yaitu untuk menciptakan sarjana yang berkualitas / berkualifikasi sebagai berikut :

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya. Dapat saling menghormati serta menghargai pemeluk agama lain baik di dalam suatu organisasi ataupun di lingkungan sekitar .
  2. Berjiwa Pancasila, agar dapat mencerminkan nilai-nilai pancasila dalam membuat keputusan ataupun bertindak dan juga memiliki integritas yang tinggi seperti, mendahulukan kepentingan nasional sebagai sarjana Indonesia .
  3. Memiliki wawasan yang luas dan memiliki sifat yang Integral / tidak setengah- setengah dalam menyelesaikan dan menyikapi suatu permasalahan kehidupan baik ekonomi , politik , social , kebudayaan serta pertahanan keamanan .
  4. Memiliki wawasan yang luas mengenai kebudayaan di dalam kehidupan bermasyarakat dan secara bersamaan mampu ikut serta meningkatkan juga melestarikan  kualitas di masyarakat tersebut.

1.2 PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

  • Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar (IBD) dapat dikatakan pengganti dari kata “Basic Humanities” yang  berasal dari bahasa inggris yaitu “ The Humanities” dan istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “Humanus” yang berarti manusiawi , berbudaya dan halus (refined). Secara umum Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu pengetahuan yang memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan mengenai konsep-konsep yang di kembangkan untuk memecahkan/ mengkaji sebuah masalah dan kebudayaan .

  • Perbedaan Ilmu Budaya Dasar (IBD) dengan Pengetahuan Budaya

Di dalam Ilmu Budaya Dasar terdapat juga Pengetahuan Budaya , Perbedaan antara Ilmu budaya Dasar dengan Pengetahuan Budaya adalah :

–          Ilmu Budaya dasar (The Basic of Humanities) yaitu seperti yang telah di kemukakan di atas IBD adalah ilmu pengetahuan yang mempejari tentang dasar- dasar (Basic) serta konsep yang di kembangkan dalam pemecahan masalah, baik masalah dalam kehidupan sehari-hari maupun di dalam suatu kebudayaan oleh karena itu Ilmu Budaya Dasar di sebut sebagai The Basic of Humanities .

–          Pengetahuan Budaya (The Humanities) adalah Ilmu pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu seni dan filsafat . Keahlian inipun dapat di bagi ke beberapa cabang keahlian, seperti seni sastra , seni tari , seni music , seni rupa dan lain-lain.

  • 3 Kelompok Besar dalam Ilmu dan Pengetahuan

–          Ilmu – Ilmu Alamiah (natural science)

–          Ilmu – Ilmu Sosial (social science)

–          Pengetahuan Budaya (the humanities)

 1.      Ilmu – Ilmu Alamiah (natural science)

Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

Di dalam ilmu alamiah terdapat suatu metode , yaitu metode alamiah. Metode ini di gunakan untuk mengkaji dan mengetahui keteraturan- keteraturan yang ada di alam semesta . Cara menggunakan metode Alamiah yaitu dengan cara menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan – keteraturan tersebut,lalu membuat analisis untuk menentukan suatu kualitas dan kemudian hasil analisis tersebut digeneralisasikan (disederhanakan). atas dasar ini lalu di buatlah sebuah prediksi hukum yang akan berlaku didalam metode ini . Biasanya disiplin- disiplin yang tergolong IAD adalah : Fisika , kimia , astronomi , geologi , meteorology , serta biologi.

2.      Ilmu – Ilmu Sosial (social science)

Ilmu sosial atau sering di sebut juga Ilmu Pengetahuan sosial (social science) merupakan pengetahuan yang pada umumnya di gunakan untuk  mengkaji keteraturan- keteraturan di dalam hubungan antar manusia. Penelitian Ilmu ini hampir sama dengan ilmu alamiah yaitu menggunakan metode pembuatan analisis untuk menentukan suatu kualitas. Akan tetapi metode ini tidak bisa dikatakan sepenuhnya berhasil , karena metode ini tidak 100% berhasil , tetapi mendekati kategori berhasil.

3.      Pengetahuan Budaya (the humanities)

Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa Pengetahuan Budaya (The Humanities) adalah Ilmu pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu seni dan filsafat . Keahlian inipun dapat di bagi ke beberapa cabang keahlian, seperti seni sastra , seni tari , seni music , seni rupa dan lain-lain.Tujuan daripada Pengetahuan Budaya yaitu untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Di dalam pengetahuan budaya (the humanities) pengkajiannya menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan – kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

1.3 TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

  • Menjelaskan Masalah Budaya Dengan Benar

Masalah Budaya adalah masalah mengenai perubahan sistem nilai budaya.Sistem nilai budaya sendiri adalah konsepsi- konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. System nilai budaya juga merupakan hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola. Sistem nilai budaya yang berpola merupakan gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat. Apabila terjadi perubahan pada system nilai budaya maka akan terjadi juga perubahan sikap mental, pola pikir, dan pola tingkah laku anggota masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.Contohnya seperti kebudayaan yang ada di Indonesia, Negara Indonesia mempunyai beragam kebudayaan dari Ras / Suku dan Agama. Apabila terjadi suatu kesalahpahaman di dalam berbudaya maka akan memberikan dampak negatif di dalam lingkup ke masyarakatan. Salah satu dampak negatif apabila terjadinya suatu masalah dalam berbudaya adalah terpecahnya kedamaian antar masyarakat , kurangnya rasa saling menghormati dan menghargai antar suku / ras dan agama. Sedangkan dampak positif jika tidak terjadinya masalah budaya adalah terjalinnya hubungan yang baik antar masyarakat walaupun setiap individu mempunyai perbedaannya masing-masing. 

religiousculture

  • Menjelaskan Masalah Kemanusiaan Dengan Jelas

Masalah kemanusiaan adalah masalah yang terjadi di dalam lingkup kehidupan manusia , contohnya yang telah terjadi di Indonesia antara lain :

1.      Korupsi

Korupsi bukanlah hal yang tidak umum lagi di Indonesia ,hamper semua masyarakatpun mengetahui tentang hal ini. Korupsi bukanlah hal yang baik, karena secara tidak langsung para Koruptor sudah mengambil bagian yang bukan haknya. Korupsi harus segera di berantas, karena dengan begitu setiap masyarakat akan terbantu dengan dana-dana yang memang sudah seharusnya di berikan untuk mereka. Tetapi zaman sekarang sepertinya untuk memberantas korupsi pun bukan hal yang mudah , karena segala sesuatunya dapat dibeli dengan uang.

tikus2.      Kemiskinan

Kemiskinan adalah hal yang paling sering di keluhkan di kalangan masyarakat menengah ke bawah , karena sulitnya mencari pekerjaan yang layak dan sulitnya untuk melanjutkan pendidikan karena tidak adanya biaya. Kemiskinan tidak hanya terjadi di pedesaan tetapi juga di Ibu Kota, seperti contohnya masih banyak rumah – rumah kumuh yang berada di bantaran sungai. Menurut saya pemerintah tidak seharusnya lebih mementingkan renovasi gedung-gedung pemerintah yang menurut saya masih kokoh untuk di gunakan,lebih baik menggunakan dana tersebut untuk mengatasi kemiskinan di masyarakat sekitar dan itu akan sangat membantu masyarakat yang kurang mampu di dalam hal perekonomian dan juga pendidikan , karena masih banyak anak-anak yang tidak mampu untuk mengenyam bangku pendidikan karena banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi seperti membeli seragam sekolah dan buku serta peralatannya.

pemulung3.      Kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji

Di dalam hal ini , kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji menimbulkan dampak baik dan juga dampak yang buruk. Dampak baiknya adalah masyarakat dapat mengenal metode penggunaan peralatan yang lebih modern dan lebih terjangkau ketika terjadi kelangkaan minyak tanah .  Tetapi dampak buruknya adalah tabung gas dapat meledak sewaktu-waktu dan dapat menimbulkan kebakaran yang nantinya dapat menimbulkan kerugian dalam jumlah yang besar , selain itu dengan munculnya gas elpiji akan merugikan para pedagang minyak tanah karena pengguna minyak tanah semakin sedikit dan permintaan minyak tanahpun ikut menurun.

gas

  • Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Tujuan mempelajari ilmu budaya dasar yaitu :

  1. Lebih peka dan terbuka serta memiliki rasa tanggung jawab dalam mengatasi masalah-masalah di dalam kemanusiaan dan juga budaya.
  2. Memiliki latar belakang kebudayaan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
  3. Mengembangkan daya kritis terhadap persoalan kemanusiaan dan daya kebudayaan.
  4. Menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi masalah nilai-nilai budaya dalam masyarakat Indonesia dan Dunia tanpa terikat oleh disiplin mereka.
  5. Mengusahakan kepekaan terhadap nilai – nilai lain untuk lebih mudah menyesuaikan diri .
  6. Mendukung dan mengembangkan kebudayaan sendiri dengan kreatif.
  7. Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
  8. Menimbulkan minat untuk mendalaminya.
  9. Tidak terjerumus kepada sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin ilmu.
  10. Terjalin Interrelasi antara cendekiawan yang berbeda keahlian agar lebih positif dan komunikatif.
  11. Mempunyai persamaan bahan pembicaraan, tempat berpijak mengenai masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
  12. Menjembatani para sarjana yang berbeda keahliannya dalam bertugas menghadapi masalah kemanusiaan dan budaya.
  13. Memperlancar pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang di tangani oleh berbagai cendekiawan yang berlatar belakang pendidikan berbeda.
  14. Agar mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun .
  15. Agar dapat memenuhi tuntutan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya Darma Pendidikan.

1.4 RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

  • 2 Masalah Pokok Dalam Ilmu Budaya Dasar

Bertitik tolak pada tujuan yang telah dikemukakan di atas berikut adalah dua masalah yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah itu ialah :

  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat dikaji / di atasi dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Baik dari segi masing – masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya ,maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai keahlian (disiplin) dalam pengetahuan budaya .

Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetapi tetap mempunyai beraneka ragam perwujudan dan kebudayaannya masing-masing pada zaman dan tempat yang berbeda. Dalam melihat dan menghadapi masalah di lingkungan alam , sosial dan budaya , manusia berupaya untuk menyatukan perbedaan – perbedaan yang ada di suatu lingkup kemasyarakatan. Seperti halnya Bhinekka Tunggal Ika , yang dapat di artikan meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan

bti

  • 8 Pokok Bahasan Ilmu Budaya Dasar

Berikut adalah pokok bahasan di dalam Ilmu Budaya Dasar , antara lain :

  1. Manusia dan Cinta Kasih
  2. Manusia dan Keindahan
  3. Manusia dan Penderitaan
  4. Manusia dan Keadilan
  5. Manusia dan Pandangan Hidup
  6. Manusia dan Tanggung jawab serta pengabdian
  7. Manusia dan kegelisahan
  8. Manusia dan harapan

MINGGU KE-2

2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

2.1 MANUSIA    

  • Unsur- Unsur yang Membangun Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna , karena manusia memiliki akal budi dan perasaan. Di dalam kehidupan manusia mempunyai unsur – unsur yang membangunnya,unsur – unsur tersebut adalah :

  1. Jasad yaitu Tubuh manusia yang dapat dipegang dan menempati ruang dan waktu.
  2. Hayat yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak .
  3. Ruh yaitu unsur ketiga yang membentuk kehidupan manusia , atau bisa disebut juga nyawa.
  4. Nafs yaitu pengertian diri atau kesadaran pada diri sendiri.

2.2 HAKEKAT MANUSIA

  • Hakekat Manusia
  1. Makhluk Ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
  2. Makhluk Ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi dengan akal,kehendak dan perasaan.
  3. Makhluk Biokultural yaitu makhluk hayati dan budayawi.
  4. Makhluk Ekologi (terkait dengan lingkungan) yaitu manusia yang mempunyai sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah juga.
  • Perbedaan Manusia dan Makhluk Yang Lain

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena Manusia tidak seperti makhluk lainnya. Manusia memliki akal budi , kehendak dan perasaan. Dengan akal budi manusia dapat menciptakan hal yang baru,seperti teknologi dan ilmu pengetahuan. Dengan adanya kehendak , manusia mampu menentukan keputusan terbaik didalam hidupnya , dan dengan adanya perasaan manusia mampu menciptakan seni seperti musik, sastra dan puisi. Sedangkan makhluk lain tidak mempunyai hal-hal yang dimiliki oleh manusia.

 

2.3 KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

  • Tentang Kepribadian Bangsa Timur

Kepribadian Bangsa Timur adalah suatu sikap yang dimiliki suatu Negara untuk menentukan sikap penyesuaian dirinya terhadap lingkungan sekitar.Kepribadian Bangsa Timur sangat identik dengan Benua Asia terutama Negara Indonesia. Kepribadian Bangsa Timur adalah kepribadian yang menjunjung nilai kesopanan yang tinggi dan memiliki sikap yang lebih ramah dibandingkan dengan budaya barat. Bangsa Timur juga lebih peduli terhadap oranglain,dan hal ini di buktikan dengan sikap saling bergotong royong antar sesama masyarakat.

Bangsa Timur identik dengan cirri- ciri berambut hitam ,berkulit sawo matang ada juga yang berkulit putih dan bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan karena sebagian besar penduduknya adalah pemeluk agama Islam dan menjunjung norma- norma yang berlaku. Pada umumnya unsur-unsur budaya barat yang mudah di terima yaitu seperti Handphone,computer dan lain-lain. Tetapi untuk ideology dan falsafahnya sukar untuk di terima , karena budaya timur dan barat mempunyai perbedaan yang cukup berbeda.

  • Bagan Psiko-Sosiogram Manusia

bagan

2.4 PENGERTIAN KEBUDAYAAN

  • Mendefinisikan Kebudayaan

Kebudayaaan = cultuur (bahasa belanda) = culture (bahasa inggris)= tsaqafah (bahasa arab) yang berasal dari bahasa latin “colere” yang artinya mengolah ,  mengerjakan , menyuburkan dan mengembangkan , terutama mengolah tanah atau bertani. Dari segi arti ini berkembanglah arti culture sebagai “segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Ditinjau dari sudut bahasa Indonesia , kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal.

Kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

  • Tokoh- Tokoh Kebudayaan

Tokoh – Tokoh Kebudayaan di Indonesia dan di seluruh negara sangatlah banyak ,seperti Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski, E.B.Tylor , Selo Sumarjan & Soelaeman Soemardi, Sutan Takdir Alisyahbana,Koentjaraningrat, A.L Krober & C.Kluckhon, C.A.Van Peursen. akan tetapi pada bab ini saya akan memaparkan beberapa tokoh budaya yang ada di Indonesia. Antara lain ,

1. Prof. Dr. Kuntowijoyo

Banyak Gelar yang di berikan kepada beliau , seorang sejarawan akademis yang telaten dan berkarya. Seorang penulis produktif. Sastrawan yang mahir dan pandai berkata-kata. Seorang guru besar emeritus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dan banyak lagi gelar yang bisa disematkan padanya.

2. Affandi Koesoema

(CirebonJawa Barat1907 – 23 Mei 1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya dan romantisme yang khas. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di IndiaInggrisEropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan.

2.5 UNSUR –UNSUR KEBUDAYAAN

  • 7 Unsur Kebudayaan Universal

Adapun unsur kebudayaan yang bersifat universal yang dapat kita sebut sebagai pokok tiap kebudayaan di dunia ini, ialah :

  1. Peralatan dan Perlengkapan hidup manusia sehari- hari, misalnya : Pakaian , Perumahan, alat rumah tangga, senjata dan sebagainya.
  2. Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi. Misalnya : Pertanian , perternakan, system produksi.
  3. Sistem kemasyarakatan , misalnya : kekerabatan , sistem perkawinan , sistem warisan.
  4. Bahasa sebagai media komunikasi, baik lisan maupun tertulis.
  5. Ilmu Pengetahuan.
  6. Kesenian , Misalnya seni suara, seni rupa , seni gerak.
  7. Sistem Religi.
  • Kebudayaan Dalam 2 Bentuk Wujud

Kebudayaan berdasarkan dua bentuk wujud , antara lain :

1. Kebudayaan Material

Yaitu kebudayaan yang mengacu kepada ciptaan masyarakat yang nyata dan berwujud , seperti televisi, computer, pesawat terbang, dan lain-lain.

2. Kebudayaan Nonmaterial

Yaitu kebudayaan yang mengacu kepada ciptaan masyarakat yang tidaknyata dan tidak berwujud.

2.6 WUJUD KEBUDAYAAN

  • 3 Wujud Kebudayaan menurut dimensi wujudnya.

Menurut Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam , yaitu :

1. Wujud Kebudayaan sebagai kompleks dari Ide- Ide , gagasan , nilai- nilai , norma- norma , peraturan dan sebagainya. wujud ide dari kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang ataupun difoto, dan tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan yang bersangkutan itu hidup.Budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini bisa juga disebut adat istiadat.

2. Wujud Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.Wujud tersebut dinamakan sistem sosial, karena menyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri. Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem ssosial ini terdapat aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi dan berhubungan serta bergaul satu dengan lainnya dalam masyarakat. Bersifat konkret dalam wujud perilaku dan bahasa.

3. Wujud Kebudayaan sebagai benda- benda hasil karya manusia. Wujud ini disebut juga kebudayaan fisik, dimana seluruhnya merupakan hasil fisik. Sifatnya paling konkret dan bisa diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contohnya : candi, bangunan, baju, kain komputer dll.

2.7 ORIENTASI NILAI BUDAYA

 

  • 5 Masalah Pokok Kehidupan Manusia dalam sistem nilai budaya.

Di dalam sistem nilai budaya ada 5 masalah pokok kehidupan manusia, antara lain :

  1. Hakekat Hidup Manusia
  2. Hakekat Karya Manusia
  3. Hakekat Waktu Manusia
  4. Hakekat Alam Manusia
  5. Hakekat Hubungan Antarmanusia

2.8 PERUBAHAN KEBUDAYAAN

  • Faktor Yang Mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru.

Pada zaman sekarang banyak sekali teknologi – teknologi yang telah berkembang dan merambat dengan cepat ke seluruh Negara. Begitu juga dengan kebudayaan , semakin banyak budaya yang berkembang dan terbagi menjadi macam – macam budaya. Ada budaya yang dapat diterima dan ada juga yang tidak dapat diterima di lingkungan sekitar , berikut adalah faktor – factor yang mempengaruhi hal tersebut :

1. Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar.

2. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut; maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku. Dengan demikian, suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada.

3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.

4. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. Di pedesaan di pulau Jawa, adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang dalam kenyataan demikian.

5. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai.

Dari beberapa pokok pembicaraan yang dikemukakan di atas berkenaan dengan penerimaan unsur-unsur baru, dapat dikatakan bahwa inovasi bisa terdapat karena: 1) inovasi tersebut bertentangan dengan pola-pola kebudayaan yang sudah ada; 2) kalau inovasi tersebut akan mengakibatkan perubahan pola-pola kebudayaan dan struktur sosial yang sudah ada dan menggantikannya dengan yang baru; 3) kalau inovasi tersebut bersifat mendasar berkenaan dengan pandangan hidup atau nilai yang ada dalam masyarakat bersangkutan: misalnya “free lover” untuk masyarakat Indonesia akan ditentang kalau harus diterima sebagai suatu cara hidup; 4) disamping itu bila inovasi itu dianggap terlalu mahal biayanya juga akan terhambat dalam penciptaannya maupun dalam penyebaran atau difusinya, terkecuali kalau oleh kelompok yang digolongkan sebagai “vested interests” (suatu kelompok yang mempunyai pengaruh atas kehidupan sosial dan mempunyai andil untuk menarik keuntungan atas kehidupan sosial yang ada) inovasi tersebut dianggap menguntungkan maka inovasi akan diterima.

Penerimaan atas unsur baru atau inovasi dapat mengakibatkan terwujudnya berbagai kekacauan sosial yang merupakan perwujudan- perwujudan dari proses perubahan sosial, sebelum inovasi tersebut diterima dengan mantap dan menjadi baku dalam tata kehidupan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Kekacauan sosial tersebut biasanya dinamakan sebagai disorganisasi sosial (social disorganization). Dalam keadaan kekacauan sosial ini, aturan-aturan atau norma-norma lama sudah tidak berlaku lagi atau sebagian-sebagian masih berlaku sedangkan aturan-aturan atau norma-norma lama tersebut dalam mengatur kehidupan sosial warga masyarakat. Sehingga dalam tahap ini terdapat semacam kebingungan atau kekacauan dalam berbagai bidang kehidupan sosial.

Bila unsur-unsur baru telah mantap diterima dan norma-norma atau aturan-aturan baru telah mantap menjadi pegangan dalam berbagai kegiatan sosial, maka dapatlah dikatakan bahwa masyarakat tersebut telah mencapai tingkat tertib sosial lagi. Tidak selamanya suatu penerimaan inovasi menimbulkan kekacauan sosial. Kekacauan sosial terwujud bila inovasi tersebut menyebabkan adanya perubahan-perubahan yang mendasar pada pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan.

  • Penyebab Terjadinya Gerak / Perubahan Kebudayaan.

Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan , antaralain :

  1. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain , dan dengan begitu masing- masing budaya saling mempengaruhi dan berkembang.
  2. Perubahan karena adanya penemuan baru (discovery).
  3. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi pengetahuan atau kepercayaan baru atau perubahan pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
  4. Perubahan Lingkungan alam
  5. Perubahan karena adanya masyarakat yanv mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material dari bangsa lain dan di tempat lain.

2.9 KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

  • Hubungan Antara Manusia & Kebudayaan

Dipandang dari sudut antropologi , manusia dapat ditinjau dari 2 segi , yaitu :

–          Manusia sebagai makhluk biologi

–          Manusia sebagai makhluk sosio-budaya

Sebagai makhluk biologi, manusia dipelajari dalam ilmu biologi atau anatomi , dan sebagai makhluk sosio-budaya manusia di pelajari dalam antropologi budaya . Antropologi budaya menyelidiki seluruh cara hidup manusia, bagaimana manusia dengan akal budinya dan struktur fisiknya dapat mengubah lingkungan berdasarkan pengalamannya. Juga memahami, menuliskan kabudayaan yang terdapat dalam masyarakat manusia. Kesimpulannya adalah hanyalah manusia yang dapat menghasilkan kebudayaan dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa adanya manusia.

  • Contoh Tentang Hubungan Antar Manusia dengan Kebudayaan

Contoh Hubungan Antar Manusia dengan kebudayaan adalah :

1. Cara Hidup di Kota dan Desa yang sangat berbeda

Anak – anak yang terbiasa dengan lingkup perkotaan, jauh lebih modern dalam segala hal, bersifat lebih terbuka , dan menonjolkan diri kepada teman-temannya. Sedangkan kehidupan anak- anak yang terbiasa di desa , jauh lebih sopan dan memiliki pendirian yang tetap.

2. Kebudayaan Khusus atas dasar agama

Di Indonesia pastinya terdapat beragam kebudayaan dan juga kepercayaan, oleh karena itu hubungan manusia dengan kebudayaan dalam hal agama yaitu seperti bagaimana cara mereka untuk mempertahankan tradisi / cara mereka dalam melestarikan budaya dan juga beribadah.

3. Kebudayaan – Kebudayaan Khusus atas dasar factor kedaerahan

Contoh dalam hal ini misalnya adalah perbedaan antara orang asli jawa dengan Sumatra . Orang jawa terkesan lebih halus dan sopan karena mereka memiliki adat istiadat yang telah di ajarkan oleh leluhur mereka , apalagi untuk kalangan keratin yang dikenal tingkatan di kerajaan jawa yang paling tinggi dan memiliki sifat yang bijaksana. Sedangkan orang Sumatra , cenderung lebih keras dalam berbicara , bukan bermaksud untuk membentak. Tetapi memang itulah adat istiadat yang ada di dalam kepulauan mereka dan biasanya mereka memiliki watak yang keras dalam hidupnya.

4. Kebudayaan Khusus kelas sosial

Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.

5. Kebudayaan berdasarkan profesi

kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.

  • Pengertian Dialektis

Dialektika pertama-tama merupakan suatu struktur atau metode filsafat yangberkembang melalui pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban. Pada zaman Yunani kuno, struktur filsafat semacam ini digunakan dalam karya-karya Platon. Dialektika platonisian merupakan suatu proses pemurnian ide lewat dialog-dialog yang bertujuan memperoleh definisi tentang sesuatu.Dalam perkembangan selanjutnya, pada Abad Pertengahan, struktur dialektikadigunakan dalam Logika berupa silogisme-silogisme.

  • 3 Tahapan Dalam Dialektis

Di dalam Dialektis ada terhapat 3 tahapan , menurut Berger :

1. Eksternalisasi

Yaitu suatu tahap pencurahan atau mengekspresikan manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental ataupun fisik.

2. Objektivasi

Yaitu hasil yang dicapai dengan baik dari tahap eksternalisasi. Contohnya seperti manusia menciptakan alat- alat yang dapat mempermudah hidup manusia atau kebudayaan materil dalam bentuk bahasa.

3. Internalisasi

Yaitu tahap penyerapan kembali ke dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian rupa sehingga subjektif individu di pengaruhi struktur sosial.

3.1 PENDEKATAN KESUSTRAAN

  • Pengertian Sastra dan Seni serta perannya.

Kata sastra berasal dari kata sansekerta yang memiliki arti , sas-  yaitu mengarahkan, mengajar,member petunjuk dan tra- memiliki arti sebagai alat untuk mengajar dan buku petunjuk. Sastra merupakan istilah yang memiliki arti yang luas, meliputi jumlah kegiatan yang berbeda-beda. Sedangkan seni adalah suatu ekspresi keindahan masyarakat yang bersifat kolektif , Peran seni dan sastra yaitu sastra dan juga seni dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi serta pengekspersian suatu karya yang muncul dari jiwa masing- masing individu. Sehingga dapat berkembang dan munculnya suatu karya baru melalui sastra dan seni.

  • Hubungan Sastra dan Seni dengan Ilmu Budaya Dasar

Hubungan Sastra dan Seni dengan IBD yaitu :

  1. Proses pembangunan dan perkembangan yang terus berjalan dapat menimbulkan dampak positif dan negative dalam suatu proses kebudayaan, sehingga mental manusiapun ikut terpengaruh akan perubahan kebudayaan tersebut.
  2. Kemajuan dan Kemodernisasian suatu Ilmu Pengetahuan mempengaruhi kebudayaan dan perubahan hidup manusia , sehingga terjadinya konflik dengan tata budaya.
  3. Indonesia merupakan suatu Negara yang tidak bisa lepas dengan beragam kebudayaan , oleh karena itu dari segala ragam kebudayaannya tercermin beberapa aspek kebudayaannya.

3.2   IBD YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

 

  • Pengertian Prosa

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

 

  • Jenis – Jenis Prosa

Jenis – Jenis Prosa dibagi menjadi 4 jenis , yaitu :

  1. Prosa Naratif
  2. Prosa Deskriptif
  3. Prosa Eksposisi
  4. Prosa Argumentatif

1.      Prosa Naratif

Prosa Naratif adalah Jenis Karangan yang menjelaskan mengenai  suatu hal atau peristiwa.

2.      Prosa Deskriptif

Prosa Deskriptif adalah Jenis Karangan yang isinya menjelaskan suatu gambar atau objek tertentu , sehingga pembaca seolah – oleh melihat sendiri objek yang di gambarkan tersebut.

3.      Prosa Eksposisi

Prosa Eksposisi adalah Jenis karangan yang memaparkan suatu informasi atau pengetahuan dengan sejelas- jelasnya.

4.      Prosa Argumentatif

Prosa Argumentatif adalah Jenis Karangan yang berisi idea tau gagasan yang dilengkapi data-data kesaksian atau bukti sehingga pembaca dapat di pengaruhi untuk menyetujui karangan tersebut.

  • 5 Komponen Prosa Lama

Di dalam Prosa lama terdapat 5 Komponen , yaitu :

1. Bidal

Yaitu cara berbicara dengan bahasa kias atau bahasa pengganti yang memiliki arti yang sama dalam satu kata . seperti pepatah , ungkapan , kiasan , perumpamaan dan pameo.

2. Hikayat

Yaitu bentuk sastra lama yang berisi cerita mengenai kehidupan para dewi , kerajaan , pangeran dan raja- raja yang memiliki kekuatan gaib.

3. Sejarah atau Tambo

Yaitu suatu cerita yang diambil dari kejadian yang sudah di masa lalu.

4. Dongeng

Yaitu suatu cerita yang pada umumnya digambarkan dengan penuh imajinasi dan khayalan.

5. Kisah

Yaitu suatu cerita yang menggambarkan perjalanan seseorang dari suatu tempat ke tempat lain.

  • 5 Komponen Prosa Baru

Di dalam Prosa Baru terdapat 5 Komponen , Yaitu :

1. Roman

Yaitu suatu kisah yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwanya masing- masing.

2. Riwayat

Yaitu Catatan singkat mengenai gambaran diri seseorang.

3. Antologi

Yaitu Kumpulan dari karya- karya sastra.

4. Resensi

Yaitu suatu tulisan atau ulasan mengenai suatu hasil karya. baik itu buku, novel , DVD,VCD,maupun CD.

5. Kritik

Yaitu analisis untuk menilai suatu karya sastra.

3.3 NILAI- NILAI DALAM PROSA FIKSI

  • Pengertian Prosa Fiksi

Prosa Fiksi adalah suatu karangan yang tidak terikat dengan kaidah di dalam puisi.

  • Nilai- Nilai di dalam Prosa Fiksi

–   Prosa Fiksi memberikan kesenangan

–   Prosa Fiksi memberikan Informasi

–   Prosa Fiksi memberikan warisan cultural

–   Prosa memberikan keseimbangan wawasan

  • 2 Karya Sastra

Karya Sastra dibedakan menjadi 2 ,yaitu :

  1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
  2. Karya Sastra yang menyuarakan gejolak zamannya,tidak mengajak pembaca melakukan sesuatu tetapi untuk merenung.
  • Contoh Prosa

Legenda Batu Menangis

Di sebuah bukit yang jauh dari desa, di daerah Kalimantan, hiduplah seorang janda miskin dan anak perempuannnya. Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, dia memiliki perangai yang buruk. Gadis itu amat malas, tidak pernah membantu ibunya bekerja. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.

Suatu hari, anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan dengan memakai pakaian yang bagus  dan bersolek agar dikagumi kecantiknnya. Sementara, ibunya berjalan di belakangnya sambil membawa keranjang dengan memakai pakaian yang dekil. Karena mereka hidup ditempat yang terpencil, maka tak seorang pun tahu bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.

Ketika mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Orang – orang terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama pemuda desa. Namun, saat melihat orang yang berjalan di belakang anak itu, sungguh kontras keadaannya. Hal ini membuat orang bertanya-tanya.

Diantara orang yag melihat itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu.

” Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?”

Namun apa jawaban gadis itu?

“Bukan, “katanya angkuh.” Ia adalah pembantuku.”

Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekat lagi seorang pemudadan bertanya kepada gadis itu.

”Bukan, bukan.”jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. ” Ia adalah budakku.”

Begitulah setiap ada seseorang yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya begitu. Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka itu, si ibu masih bisa menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawaban yang sama, akhirnya si ibu yang malang itu tidak dapat menahan diri. Si ibu berdoa :

”Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba tega memperlakukan hamba seperti ini. Ya Tuhan, hukumlah anak hamba! Hukumlah ….”

Atas kuasa Tuhan, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis dan memohon ampun kepada ibunya.

”Oh, Ibu.Ibu Ampuni saya, ampunilah kedurhakaan anakamu selama ini. Ibu…Ibu…Ampuni anakmu.”

Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi semua telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata., seperti sedang menagis.

Sumber  : Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara: Pustaka Agung Harapan

3.4 ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PUISI

  • Puisi

Puisi adalah bentuk ekspresi atau ungkapan jiwa secara tidak langsung yang di tuangkan dalam bentuk bait- bait puisi.

Contoh Puisi :

Bunda

Bunda..
Jiwamu bak permata
Kasihmu bagai sang surya
Engkau laksana lentera
Bagiku kau pelita, di kegelapan hati hamba

Bunda..
Kau pahlawan sejatiku, yang telah menyelamatkanku
Dari jurang hitam yang kelabu
Kau selalu mendampingiku
Dalam mengarungi dunia yang semu
Menerjang ombak kehidupan yang berliku

Oh Bunda…
Kasih sayangmu tak terkira
Melebihi dunia dan seisinya
Bundaku tersayang
Hingga ajal dan maut menjelang
Aku akan selalu mengenang
Pengorbananmu yang begitu mengagungkan

Bundaku
Bagaimana ku harus membalasmu
Membalas pengorbanan dan perjuanganmu
Mungkin hanya terima kasih selalu terucap untukmu
yang tersirat ikhlas dari kalbu
oh Bundaku… dari dulu ku mengaku
Kau memang segalanya bagiku

  • Kreativitas Penyair dalam membangun puisinya
  1. Figura Bahasa (Figurative Languange) seperti gaya personifikasi, metafora , hiperbola,perbandingan , alegori, sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberikan gambaran suatu angan- angan.
  2. Kata- kata yang ambiquitas yaitu kata- kata yang bermakna ganda / tafsir.
  3. Kata – kata yang berjiwa yaitu kata – kata yang sudah di beri suasana tertentu, berisi pengalaman dan perasaan jiwa penyair.
  4. Kata- kata konotatif yaitu kata- kata yang sudah diberi tambahan nilai- nilai rasa dan asosiasi tertentu.
  5. Pengulangan yang berfungsi untuk mengintensifkan hal- hal yang dilukiskan sehingga lebih menggugah hati.
  • Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi dalam IBD
  1. Hubungan Puisi dengan pengalaman hidup manusia
  2. Puisi dan Kesadaran Individual
  3. Puisi dan Kesadaran Sosial

DAFTAR PUSTAKA

http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/modul-ibd/

http://dyna0910.blogspot.com/2011/02/menjelaskan-pengertian-mkdu-ilmu-budaya.html

http://abdirachmadi.blogspot.com/2012/03/pengertian-dan-tujuan-ilmu-budaya-dasar.html

http://aiiazzsecret.blog.com/2010/12/13/pengertian-ilmu-alamiah-dasar-dan-bagian-bagiannya/

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=masalah%20mengenai%20perubahan%20sistem%20nilai%20budaya%20di%20indonesia&source=web&cd=2&cad=rja&ved=0CCMQFjAB&url=http%3A%2F%2Fsospol.untag-smd.ac.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2012%2F04%2FPerubahan-Sistem-Nilai-Budaya-dan-Masalah-7.doc&ei=os1qUOOGFcfqrQfpkICoCA&usg=AFQjCNEuZCziwAhQ_ZhVc-VkFa4I3pDPCw

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-kebudayaan

http://rika7damayanti.blogspot.com/2012/03/kepribadian-bangsa-timur.html

http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/163/BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf?sequence=3

http://www.slideshare.net/rizka_pratiwi/ppt-prosa

http://hunniez-ares-hunniez.blogspot.com/2010/03/nilai-nilai-dalam-prosa-fiksi.html

http://akiliblogspotc.blogspot.com/2011/10/contoh-contoh-prosa.html

http://www.anneahira.com/puisi-adalah.htm

http://coretan-mahasiswa12.blogspot.com/2012/03/kreativitas-penyair-dalam-membangun.html

Dr.Elly M.Setiadi,M.Si, Drs. H.Kama A. Hakam M.Pd, dan Drs. Ridwan Effendi, M.Ed(2000) .Ilmu Budaya dan dasar edisi kedua.Kencana Media Group.

Drs.Joko Tri Prasetya,dkk (2011).Ilmu Budaya Dasar.PT. Asdi Mahasatya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s